Wadah Menulis Mahasiswa

Pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah

April 16th, 2012 | by | in Headline, Psikologi | No Comments

Administrasi biasanya ditafsirkan sebagai seni “ membereskan segala sesuatunya. Tekanan diletakan pada proses-proses tindakan yang tepat. Prinsip- prinsip disajikan untuk mendapatkan tindakan-tindakan berencana dari kelompok orang-orang. Pada pelaksanaannya mencakup “memutuskan” dan “bertindak” namun secara umum teori administrasi belum diperoleh pengakuan bahwa harus sekaligus membahas proses keputusan dan proses tindakan. Hal ini disebabkan paham bahwa pengambilan keputusan terbatas kepada perumusan kebijaksanaan secara keseluruhannya. Sebaliknya, proses keputusan tdk akan berakhir apabila tujuan umum dari pada sebuah organisasi sudah ditetapkan.

Kegiatan administrasi adalah kegiatan kelompok, dimulai dari individu memerlukan jasa dari beberapa orang untuk menyelesaikan tugasnya, maka perlu dikembangkan proses-proses untuk menerapkan usaha-usaha yang terorganisir pada tugas kelompok itu. Tehnik-tehnik untuk memudahkan penerapan ini disebut proses administrasi. Sehingga proses administrasi berhubungan dengan keputusan. Misalnya pemisahan unsur tertentu, pembuatan prosedur-prosedur organisasi. Keputusan-keputusan yang biasanya dibuat oleh organisasi bagi indivisu antara lain (1) menetapkan fungsinya, (2) batas kewenangannya, (3) batas-batas lain untuk koordinasi kegiatan.

Pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah bersifat asusmsi
Pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah bersifat asusmsi yaitu keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi atas dasar perkoraan . Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas.
Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan asumsi yang jarang terjadi.

Dalam kondisi ketidakpastian sangat sedikit hal yang diketahui. Kondisi ketidakpastian pada umumnya menyertai keputusan kita yang sangat penting dan sangat menarik, misalnya keputusan pembukaan usaha baru secara internasional di suatu negara yang belum diketahui kebiasaan dan kebudayaannya.

Keputusan bersifat asumsi memiliki arti bahwa sasaran-sasaran bahwa yang harus diraih atau masalah yang harus diselesaikan tidak jelas, alternatif-alternatif sulit didefinisikan, dan informasi mengenai hasil yang diharapkan tidak tersedia.

Asumsi juga disebut sebagai masalah keputusan yang ‘hebat’. Masalah-masalah besar berasosiasi dengan konflik manajer terhadap sasaran dan alternatif keputusan, kondisi lingkungan yang berubah dengan cepat, informasi yang membingungkan, dan hubungan yang tidak jelas antar elemen keputusan.Walau sebagian besar keputusan tidak dicirikan oleh ambiguitas, para manajer harus memikirkan sasaran dan mengembangkan skenario yang masuk akal bagi alternatif keputusan dalam ketiadaaninformasi

Tags:

Ditulis Oleh

Lihat semua tulisan dari

Leave a Reply