Wadah Menulis Mahasiswa

Teknik Dasar Manajemen Keuangan Petani kelapa sawit

April 24th, 2012 | by | in Berita, Catatan Kuliah | 2 Comments

Apa itu manajemen keuangan
Manajemen keuangan secara alamiahnya adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian,pencarian dan penyimpanan dana yang dilakukan oleh perorangan, organisasi atau perusahaan.

Ada dua konse utama tentang manajemen keuangan pada petani kelapa sawit yang wajib diketahui oleh petani adalah tentang neraca dan laba/ rugi dan manajemen cash flow/ arus kas. Untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan sebagai berikut:

 

Diagram Cashflow

Manajemen Keuangan Petani Kelapa Sawit

Memahami Manajemen Cashflow
Cashflow atau arus kas adalah aliran uang yg mengalir mulai dari kita mendapatkan uang tersebut, bagaimana kita menyimpan, mengembangkan dan mengeluarkannya dengan sebaik-baiknya, dengan system yang tepat.
Pengetahuan cashflow wajib di ketahui supaya kita dapat mengatur keuangan dan memantaunya secara berkala, ada kata pepatah mengatakan “ Biarlah uang habis asal tau kemana arah keluarnya uang” sehingga kita dapat belajar dari pengalaman yang sudah-sudah.

Pendapatan
Pendapatan (income) adalah kegiatan yang berhubungan dengan penghasilan dari suatu usaha yang kita lakukan, Biasanya pendapatan petani kelapa sawit di dapatkan dari investasi dan hasil panen. Hasil panen di dapatkan dari hasil kerja kerasnya dalam merawat dan menjaga dari kebun kelapa sawit sendiri.
Investasi di dapatkan dari hasil panen yang di simpan dan kelola kembali secara tepat dan berkala. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh petani kelapa sawit seperti : deposito, pembibitan, pupuk, peptisida dan berternak dll.

Pengeluaran
Pengeluran adalah segala sesuatu yang berhubungan pengeluaran keuangan, jika kita lihat dari Diagram diatas dapat diketahui bahwa jika kita tidak mengatur pengeluaran keuangan kita yang pada dasarnya sangat banyak, maka sudah dapat dipastikan kita akan mengalami kebangkrutan. Secara umum para petani mempunyai pengeluaran seperti keperluan rumah tangga, keperluan anak, zakat, pajak, kegiatan sosial, uang cicilan dan transportasi.
Bila di perhatikan selama ini, kesalahan yang sering di lakukan petani adalah dimana petani hanya berkutat pada pendapatan hasil panen saja yang terus menerus di kuras untuk menutupi pengeluaran. Sangat sedikit dari para petani yang melakukan investasi untuk menambah pundi-pundi pendapatan, padahal jika para petani rajin untuk melakukan investasi, akan dapat menambah pendapatan dari petani itu sendiri, dan bisa jadi pendapatan investasi dapat lebih besar dari hasil panen yang didapatkan.
Dari uraian diatas adalah sebuah kondisi ideal yang selayaknya dicapai oleh para petani. Bila petani dapat melakukan investasi sedikit demi sedikit tentu akan menambah pemasukan dari hasil investasi yang dilakukan.

Ditulis Oleh

Rhiyan Edyal → 40MMSI2

Lihat semua tulisan dari

2 Responses to “Teknik Dasar Manajemen Keuangan Petani kelapa sawit”

  1. Iwan Setiadi says:

    Jadi total lahan yang ada sekarang dah berapa Ha yan ?… luas lahan yang siap panen,.. Lahan yang masih proses tanam, .. Lahan yang baru di ratakan,.. sama lahan yang dalam proses pembebasan,… ?!!
    Sukses Slalu Buat Om Rhiiyan, Pengusaha Klapa Sawit asal Padang ini…

  2. Menarik mas bro, usul pada kotak pengeluaran ditambahkan dengan tabungan dan asuransi, in case panen gagal karena cuaca, hama atau terbakar, jadi masih ada kepastian pendapatan ..hehehe

Leave a Reply