Wadah Menulis Mahasiswa

Kecanggihan Teknologi Telah Mempengaruhi Aspek Psikologis Manusia

Menurut Wikipedia, Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Tapi menurut saya manajemen keuangan adalah cara bijak yang harus dilakukan dalam mengelola keuangan.

Aktualisasi diri yang terkadang dianggap penting oleh sebagian kalangan masyarakat, merupakan salah satu alasan mereka harus memiliki fasillitas yang setidaknya setara dengan sesamanya. Kita ambil contoh blackberry, hanya dengan satu fitur yang dianggap unik yaitu BBM penjualan perangkat ini begitu pesat di Indonesia. Kebanyakan mereka yang memiliki blackberry tidak tahu persis bahwa sebenarnya fitur canggih perangkat ini lebih dari sekedar BBM. Tetapi bagi mereka tetap yang terpenting adalah BBM.

 

Kecanggihan Teknologi telah mempengaruhi aspek psikologis manusia. Kita lihat beberapa contoh kasus dibawah :

  • Pagi-pagi didalam lift kantor sering terdengar bunyi “klang..klung” BBM yang sudah menjadi hal biasa,
  • Dikantin jam makan siang rasanya mustahil tidak melihat orang yang menggunakan blackberry,
  • Di busway pun sering terlihat banyak orang-orang sakti yang bergelantungan dengan tangan kiri, sambil sibuk memainkan blackberry dengan tangan kanannya,
  • Tidak kalah sakti dari penumpang busway tadi, mba-mba pengendara motor matic sibuk main blackberry ditengah jalan tanpa peduli pengendara lain yang dibelakang ng-rem sampai selip berkali-kali.
  • Bahkan disaat meeting pun ada saja yang sibuk dengan blackberrynya.
  • Ketika berpacaran mungkin dunia terasa milik berdua, tetapi ketika bermain blackberry dunia benar-benar terasa millik sendiri. ^_^!..

Fenomena apa ini ? inilah kecanggihan teknologi yang berhasil memanipulasi pola hidup manusia. Teknologi sesederhana BBM bisa mengalihkan cara berfikir manusia, bisa merubah keinginan menjadi kebutuhan, dan mungkin telah berhasil merubah kebutuhan tersier menjadi kebutuhan primer.

Itu adalah contoh pengaruh negatif dari sudut pandang berkurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

 

Jika dilihat dari segi kebutuhan dasar perangkat komunikasi, sebenarnya fiture voice call dan sms sudah mencukupi kebutuhan personal (non bisnis). Dan sebenarnya 2 fitur ini yang menjadi identitas utama dari sebuah alat komunikasi telpon genggam.

Dengan munculnya fitur-fitur tambahan seperti video call, aplikasi media social seperti facebook, google+, aplikasi share picture, internet banking, dan lain-lain menjadi penyebab bertambahnya kebutuhan manusia. Pada awalnya hanya sebagian pemikiran manusia yang menginginkan terciptanya hal ini, hingga akhirnya hasil dari pemikiran ini bisa mempengaruhi manusia-manusia lainnya yang jika tidak mampu mengimbangi lambat laun akan cenderung tertinggal dan tetap hidup dengan gaya ortodoknya. Sebenarnya ini bukan hal negatif, jelas mempertahankan budaya lama bukan hal yang negatif, tapi setidaknya setiap manusia harus bisa menyeimbangkan dirinya dengan keadaan sekitar, minimal bisa bertahan (jangan sampai tersisih atau terkucilkan, bahkan terbuang). Ketika teknologi bergerak semakin cepat maka latihlah diri kita hingga bisa mengendalikan teknologi tersebut, sehingga diharapkan bisa tercipta hal-hal yang lebih positif dari hasil penggunaan teknologi. Jangan malah menjadi korban kecanggihan teknologi.

Jika disangkut pautkan dengan manajemen keuangan, setiap kali tercipta kecanggihan teknologi (mobilephone, notebook, tablet computer, dll) maka akan meningkat pula harga yang harus dibayar untuk memiliki perangkat tersebut. Jika diikuti tentu saja tidak akan ada habisnya, karena sifat manusia yang selalu berevolusi, melakukan perubahan-perubahan yang signifikan, para pebisnis teknologi selalu membidik komunitas yang bersifat konsumtif, dan hal ini telah berhasil dilakukan di Indonesia.

Manajemen keuangan untuk kalangan personal mungkin bisa diartikan sebagai pengendalian diri terhadap keinginan-keinginan diluar kebutuhan primer dan sekunder. Rasanya setiap orang tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan dan apa yang mereka inginkan. Tapi ego yang selalu lebih dominan dalam pengambilan keputusan, hingga pada akhirnya mereka akan bingung menentukan mana kebutuhan dan mana keinginan.

Saya rasa tidak ada tips n trick yang jitu untuk hal ini selain pengendalian diri kita sendiri. Meskipun manusia itu sendiri tahu dan menguasai ilmu manajemen keuangan, tetapi tanpa adanya sikap yang bijak dalam mengendalikan keuangan hal ini akan sia-sia. Karena kunci utama terletak pada diri kita sendiri. Hal yang pertama harus dilakukan mungkin mulai menuliskan daftar-daftar kebutuhan primer, sekunder, tersier, jangan salah menempatkan prioritas.

 

Kesimpulan :

  • Tidak ada yang salah dengan kecanggihan teknologi, blackberry merupakan alat komunikasi yang sangat canggih dan bermanfaat jika digunakan sesuai dengan porsinya, begitu pula dengan gadget canggih lainnya. Yang menjadikan alat tersebut terasa bersifat negatif tidak lain karena cara pemakaian dari si pemilik itu sendiri. Secanggih apapun suatu alat, itu hanyalah robot kecil yang diciptakan untuk bisa dikendalikan oleh manusia, tapi tetap saja masih timbul pertanyaan “siapa yang mengendalikan dan siapa yang dikendalikan?”
  • Aspek yang paling penting dalam Manajemen Keuangan Personal adalah Pengendalian Diri.

 

Materi yang saya tulis diatas adalah fakta yang coba saya angkat kali ini. Mohon maaf bagi para pengguna blackberry, saya mengangkat masalah ini karena blackberry merupakan fenomena yang booming di tahun-tahun terakhir ini. Saya harap para pembaca bisa menilai secara objektif.

 

Hatur Nuhun…

Ditulis Oleh

Ali Subarkah → 40MMSI1

Lihat semua tulisan dari

Website : http://www.flickr.com/photos/alisubarkah/

3 Responses to “Kecanggihan Teknologi Telah Mempengaruhi Aspek Psikologis Manusia”

  1. Graha Pasca says:

    Jika menggunakan ilustrasi gambar, foto, dll yang dikutip dari sumber lain mohon disebutkan sumber gambarnya. Terima kasih

  2. AdeS says:

    Teknologi harus di manfaatkan sesuai porsinya.. sehingga kerja penggunanya efisien …

  3. Julius NC says:

    Setuju… yang bermasalah justru manusianya, harus tau tempat dan waktunya untuk menggunakan gadget, jangan sampai nantinya justru merugikan diri sendiri apalagi orang lain.
    Menurut saya, saat ini orang membeli gadget cenderung hanya untuk gaya hidup, biar orang lain melihat dia lebih keren,gaul,ngga jadul dsb.padahal belum tentu orang itu tau kegunaannya bahkan mengoperasikannya saja ngga bisa.

Leave a Reply to Julius NC