Wadah Menulis Mahasiswa

Memprediksi Risiko Suatu Negara

April 29th, 2012 | by | in Catatan Kuliah | No Comments

Mengukur Resiko Politik
Bentuk dari resiko politik yaitu pengontrolan perdagangan atau mata uang, perubahan kebijakan pajak atau ketenagakerjaan, pembatasan atas kebijakan-kebijakan, dan kebutuhan atas produksi lokal. Bentuk yang terparah yaitu expropriation atau pengambilalihan suatu properti asing dengan atau tanpa kompensasi oleh suatu negara. Dua pendekatan dasar untuk memahami resiko negara yaitu dari spesifik suatu negara atau spesifik instansi.
• Stabilitas Politik. Indikator ini berfungsi untuk menentukan berapa lama rezim suatu negara akan bertahan, dan kejelasan keinginan rezim tersebut untuk mendatangkan investasi asing dan menjamin kelangsungan investasi tersebut.
• Faktor Ekonomi. Indikator lain yang sering digunakan sebagai faktor politik, diantaranya tingkat inflasi, keseimbangan deficit dan surplus, dan pertumbuhan perkapita. Digunakan sebagai indikasi apakah ekonomi suatu negara dalam keadaan baik atau memerlukan perbaikan, yang akan menjadi pertimbangan untuk investasi asing.
• Faktor Subjektif. Persepsi perilaku suatu negara terhadap perusahaan swasta, apakah akan menolak keberadaan perusahaan swasta atau mendorong perkembangannya.
• Resiko Politik dan Ketidakpastian Hak atas Kekayaan. Kemungkinan dari pengambil-alihan badan usaha oleh pemerintah, pembatasan penggunaan kekayaan, perubahan kebijakan pajak. Hal-hal tersebut mempengaruhi arus kas perusahaan dan berimbas kepada nilai dari perusahaan.
• Capital Flight. Indikator penting suatu resiko politik yaitu Capital Flight yang tinggi. Capital Flight berarti export pendapatan penduduk suatu negara karena adanya kecemasan terhadap keamanan kapital. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, antara lain peraturan pemerintah, kontrol, dan pajak yang menurunkan pendapatan dari invetasi domestik. Pencegahan untuk capital flight, antara lain dengan kebijakan ekonomi yang tangguh, sehingga para investor cenderung untuk menanamkan modal daripada menarik modal dari suatu negara.
Faktor Ekonomi dan Politik yang Mendasari Country Risk Country Risk yaitu faktor ekonomi dan politik yang berpengaruh terhadap resiko secara global terhadap suatu negara. Beberapa faktor penting yang menentukan performa ekonomi suatu negara dan tingkat resikonya antara lain:
• Fiscal Irresponsibility
Bisa diasumsikan dengan tingkat pengeluaran pemerintah yang tinggi. Semakin tinggi tingkat defisit pemerintah, semakin tinggi kemungkinan pemerintah dalam campur tangan investasi asing dikarenakan keharusan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.
• Ketidakstabilan Moneter
Ketersediaan yang berlebih dan ketidakpastian perubahan terhadap jumlah uang memicu terjadinya inflasi yang tinggi. Dan hal ini pada umumnya dapat ditemukan pada tingkat defisit pemerintah yang besar yang dikeluarkan oleh bank central.
• Pengaturan Sistem Nilai Tukar
Pengaturan terhadap sistem nilai tukar akan menyebabkan nilai mata uang lokal jatuh, sama dengan nilai pajak eksport dan subsidi import. Hal ini memicu devaluasi dan akan berdampak pada capital flight.
• Pengeluaran Pemerintah yang Sia-sia
• Resource Base
• Country Risk dan Penyesuaian pada External Shocks
Indikator Country Risk dan Kesehatan Ekonomi
Tingkat Country Risk yang tinggi:
• Tingkat defisit pemerintah yang tinggi
• Jumlah uang yang beredar cukup banyak, terlebih dengan adanya nilai tukar yang tetap
• Pembelanjaan Pemerintah tinggi yang memicu rendahnya penerimaan
• Pengaturan harga, pajak pendapatan, pembatasan perdagangan
• Tingkat pajak yang tinggi
• Kepemilikan perusahaan oleh pemerintah
• Ketidakadaan institusi pemerintah yang mendasar
Indikator positif terhadap kesehatan ekonomi:
• Struktur incentive yang sesuai dengan resiko yang dihadapi
• Struktur legal yang mendorong perkembangan pasar
• Regulasi yang minimal
• Ekonomi terbuka
• Kebijakan ekonomi macro yang stabil
Analisa Resiko Negara dalam Internasional Bank
Dari sudut pandang perbankan, country risk – resiko kredit terhadap pinjaman suatu negara- sangat ditentukan oleh biaya riil untuk membayar pinjaman berlawanan dengan kekayaan riil yang harus didapatkan oleh negara tersebut.
REFERENSI
Alan C. Shapio. Multinational Financial Management.

Ditulis Oleh

→ 39PB1

Lihat semua tulisan dari

Leave a Reply