Wadah Menulis Mahasiswa

PILIH TABUNGAN ATAU DEPOSITO

May 5th, 2012 | by | in Perbankan | No Comments

Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Perhitungan Bunga Tabungan :

a. Metode Saldo Terendah Besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.

Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dihitung : Bunga tabungan = …. % * 31/365 * saldo terendah pada bulan Mei

b. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.

c. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.

Faktor-faktor tingkat Tabungan

  1. Tinggi rendahnya pendapatan masyarakat
  2. Tinggi rendahnya suku bunga bank
  3. adanya tingkat kepercayaan terhadap bank

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

  1. Sebelum Anda menabung, tanyakan metode perhitungan bunga yang diberlakukan oleh bank tersebut.
  2. Suku bunga tabungan dapat berubah sewaktuwaktu,karena itu suku bunga ini disebut suku bunga mengambang atau floating rate.
  3. Beberapa bank menetapkan suku bunga tabungan tetap untuk jangka waktu tertentu (fixed rate).
  4. Atas bunga tabungan yang diperoleh akan dikenakan pajak sesuai ketentuan berlaku.

Deposito atau yang sering juga disebut sebagai deposito berjangka, merupakan produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu.

Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan kena penalti.

Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo, sampai pemiliknya mencairkan depositonya.

Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. Bunga dapat diambil setelah tanggal jatuh tempo atau dimasukkan lagi ke pokok deposito untuk didepositokan lagi pada periode berikutnya.

Cara menghitung bunga deposito sangat mudah, tidak serumit menghitung bunga harian tabungan. Dibawah ini akan saya jelaskan sedikit mengenai perhitungan suku bunga deposito berjangka lengkap dengan contohnya.

Misalnya Anda menempatkan uang Anda dalam bentuk deposito sebesar Rp 10 juta dengan suku bunga 10% per tahun. Ingat pajak 20% jika uang Anda lebih dari Rp 7,5 juta! Berarti bunga bersih Anda setelah dipotong pajak adalah 8% per tahun.

Untuk menghitung jumlah bunga yang akan Anda terima adalah :

BUNGA KOTOR per tahun = nominal uang Anda X suku bunga
BUNGA BERSIH per tahun = bunga kotor – (tingkat pajak X bunga kotor)
BUNGA BERSIH per bulan = (bunga bersih per tahun / 365) X jumlah hari dalam bulan berjalan

Contoh kasus:

BUNGA KOTOR per tahun = 10.000.000 X 10% = 1.000.000
BUNGA BERSIH per tahun = 1.000.000 – (20% X 1.000.000) = 800.000

Jika bulan berjalan adalah bulan Oktober yang berjumlah 31 hari, maka bunga Anda untuk bulan Oktober adalah:

800.000 / 365 X 31 = 67.945
Dimana 365 adalah jumlah hari dalam 1 tahun yang akan menjadi pembagi.
Jika Anda punya tabungan di Bank, begitu jumlahnya sudah mencapai jumlah minimal penempatan deposito (Umumnya Rp 1 juta) akan sangat baik kalau Anda tempatkan ke deposito. Selain bunganya lebih tinggi, juga lebih aman karena tidak bisa Anda ambil kapan saja, jadi kemungkinan uang tersebut Anda ambil lebih kecil. Demikian terus menerus, maka Anda akan memiliki tabungan yang jumlahnya terus membesar. Satu hal yang juga penting, untuk kepentingan masa depan anda bunga deposito sebaiknya jangan diambil, tetapi di-roll over.

Tabungan  dan deposito adalah dua produk yang dikeluarkan bank sebagai sarana investasi masyarakat pada sektor perbankan dan sarana bank mencari modal dari pihak masyarakat. Kedua produk tersebut memiliki ciri khas yang berbeda. Tabungan dan deposito adalah salah satu produk bank yang memberikan jasa kepada masyarakat sebagai media penyimpanan uang dan investasi.

Perbedaan tabungan dan deposito adalah pada sisi fleksibilitas kapan dana yang disimpan nasabah dibank dapat dicairkan dan pada tingkat suku bunga simpanan. Tabungan memiliki felksibilitas yang sangat tinggi karena kapanpun nasabah membutuhkan penarikan dana nasabah yang disimpan dalam bentuk tabungan dapat dilakukan. Namun, berbeda dengan deposito yang memiliki jangka waktu untuk penarikannya, sehingga nasabah tidak dapat melakukan penarikan kapan saja, apabila nasabah melakuakn penarikan sebelum jatuh tempo maka nasabah tidah akan mendapatkan hasil apapun. Suku bunga simpanan deposito relatif lebih tinggi dari tabungan. Inilah yang membuat masyarakat lebih suka berinvestasi dalam bentuk deposito dibanding tabungan.

Berdasarkan data statistik perbankan yang dikeluarkan Bank Indonesia per januari 2012, dapat dilihat deposito menjadi penyumbang terbesar penghimpunan dana pihak ketiga pada bak dibanding dengan 2 produk bank lainnya yaitu giro dan tabungan. Dana yang dapat dihimpun bank dalam bentuk deposito mencapai Rp1.230.770 miliar  dimana persentasenya mencapai 44.88 persen dari seluruh dana pihak ketiga yang dapat dihimpun hingga bulan Januari 2012, dimana terjadi peningkatan hampir sebesar Rp200.000 miliar dibanding pada januari 2011. Dana yang dapat dihimpun dari produk tabungan sebesar Rp865.884 miliar  dangan persentase sebesar 31,57 persen dari seluruh dana yang dihimpun, sisanya pada produk giro. Inilah yang terjadi pada bank umum dan peristiwa yang sama terjadi juga pada bank-bank lain dimana tingkat dana yang dihimpun dari deposito lebih besar dibanding dari tabungan. Ini menandakan masyarakat lebih memilih deposito dibanding dengan tabungan

Perolehan dana dari deposito amatlah besar karena suku bunga yang sangat besar yaitu hingga 6 sampai 7 persen, dibanding dengan tingkat bunga tabungan yang haya sebesar 2 persen. Selain dari sisi bunga masyarakat lebih memilih deposito dibanding tabungan karena deposito dapat dijadikan sebagai jaminan apa bila nasabah memerlukan dana.

Apabila dana yang disimpan nasabah kecil lebih dianjurkan memilih deposito karena apabila memilih tabungan dana akan terpotong oleh biaya bank. Bagi nasabah yang menggunakan jasa bank hanya untuk menyimpan uang dan memiliki transaksi keuangan menggunakan bank relatif tinggi dianjurkan memilih tabungan, namun bagi nasabah yang ingin menyimpan uangnya sekaligus investasi dianjurkan memilih deposito karena akan mendapatkan bunga yang lebih besar.

Sumber :

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Tabungan

2. http://id.wikipedia.org/wiki/Deposito

3. http://www.belajarinvestasi.net/lain/tabungan-deposito

4. http://sebuaharti.blogspot.com/2009/01/menghitung-bunga-deposito.html

5. http://takealeak.wordpress.com/2008/09/24/simulasi-perhitungan-bunga-tabungan-dan-bunga-deposito/

 

Ditulis Oleh

→ 39PB1

Lihat semua tulisan dari

Leave a Reply