Wadah Menulis Mahasiswa

SUKU BUNGA BANK

May 5th, 2012 | by | in Perbankan | No Comments
Kamsir (2003: 133) menyatakan bunga bank merupakan balas jasa yangdiberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yangmembeli atau menjual produknya. Atau bisa diartikan sebagai harga yang harusdibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dan harga yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memiliki pinjaman).
Jenis Suku Bunga Bank
1. Bunga Simpanan merupakan harga beli yang harus dibayar bank kepada nasabah pemilik simpanan. Sebagai contoh jasa giro, bunga tabungan, dan bunga deposito.
2. Bunga Pinjaman (suku bunga kredit) merupakan bunga yang dibebankan kepada para peminjam (debitur) atau harga jual yang harus dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank. Disebut juga bunga kredit. Suku bunga simpanan dan pinjaman bank merupakan komponenutama biaya dan pendapatan bagi bank.
Suku Bunga Pinjaman( Lending Rate )
Kebijakan Bank Indonesia dalam upaya mencapai kestabilan perekonomian dan menekan tingginya laju inflasi sebagai akibat meningkatnya jumlah uang yang beredar adalah dengan membebaskan pengaturan tingkat suku bunga. Hal ini berdampak cukup baik karena suku bunga yang tinggi akanmendorong orang untuk menanamkan dananya di bank daripadamenginvestasikannya pada sektor produksi atau industri yang risikonya lebih besar  jika dibandingkan dengan menanamkan uang di bank terutama dalam bentuk deposito. Suku bunga yang tinggi akan menyedot jumlah uang yang beredar dimasyarakat. Namun di sisi lain tingginya suku bunga akan meningkatkan nilai uang selain menyebabkan besarnya opportunity cost
pada sektor industri atau sektor riil.(Adhayati, 2003).
Penetapan Suku Bunga Pinjaman (Lending Rate)
Pada dasarnya pricing pinjaman (lending rate) harus ditetapkan minimal dapat menutupi semua biaya yang berkaitan dengan pinjaman sehingga diperoleh pengembaliannya yang memadai. Selain itu penetapan pricing
pinjaman juga untuk mencapai target pangsa pasar, penetrasi sektor ekonomi, dan pertumbuhan aktif serta kualitasnya disamping mencapai target manajemen gap. Dalam dunia perbankan sekarang terdapat banyak metode
pricing pinjaman yang biasadigunakan. Namun yang paling umum adalah suku bunga tetap dan suku bungavariabel yang dipengaruhi perubahan base rate , dan suku bunga variabel yang di review secara berkala. Tingkat suku bunga tersebut ditetapkan atas dasar metode pricing yang rasional dengan mempunyai 5 komponen utama, yaitu :
a) Cost of fund
Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan dana tersebut.
b) Premi resiko industri yang bervariasi menurut jenis industri,   mencerminkan risiko dari suatu industri tertentu, berubah bila kondisi itu berubah dandidasarkan pada latar belakang kolektibilitas serta prakiraan sekarang tentang prospek industri.
c) Premi risiko perusahaan/debitur yang mencerminkan risiko berkaitan dengan debitur-debitur tertentu, merupakan antisipasi terhadap penghapusan pinjaman,menutupi biaya pinjaman nonlancar dan kemungkinan dipengaruhi olehstruktur pinjaman
faktor–faktor yang perlu diperhatikan dalam penetapan suku bunga, yaitu :
a) Biaya dana itu sendiri dalam pengertian sebagai cost of fund,cost of money,
cost of loanable fund ataupun sebagai cost of borrowing fund.
b) Faktor nasabah, di dalam kondisi pasar yang bersaing harga akan terjadi padatitik kesepakatan antara pembeli dan penjual. Hal ini mungkin akan terjadikerena pembeli adalah mempunyai hak sepenuhnya untuk memilih harga dari jasa bank (suku bunga kredit) yang akan dibelinya dengan tingkat yang paling baik baginya.
c) Bank pesaing. Untuk merebut nasabah sebanyak mungkin sesuai masing– masing target, harga atau dalam hal ini tingkat suku bunga kredit akanmerupakan faktor yang menentukan pula. Jadi dalam penetapan suku bungakredit ini perlu dipertimbangkan pula.
d) Mutu pelayanan. Para pengusaha dalam melaksanakan kegiatannya selalu berharap akan memperoleh kepastian, ia berani membayar lebih mahal untuk memperoleh kepastian tersebut. Hingga tidak jarang seorang nasabah bersediamembayar suku bunga kredit yang lebih tinggi apabila keputusan permohonan kreditnya dapat diterima saat itu juga.
e) Resiko usaha. Hampir pada setiap jenis usaha mengandung risiko baik risikoyang besar atau yang kecil sifatnya. Adanya risiko–risiko yang akan dihadapioleh para pengusaha ini perlu diperhitungkan pula oleh bank dalam penetapan.
Sumber :
http://www.scribd.com/doc/38121333/8/Pengertian-Suku-Bunga-Bank

Ditulis Oleh

→ 39PB1

Lihat semua tulisan dari

Leave a Reply