Wadah Menulis Mahasiswa

Menyusun Thesis (3): Meta-Analysis

June 9th, 2012 | by | in Edukasi, Headline | 6 Comments

Tulisan sebelumnya:

Thesis [2]: State of The Art

—ooOoo—

“Sudahkah Anda buat tabel hasil meta-analysis?”

Itulah pertanyaan  saya di awal diskusi pada pertemuan minggu ini. Saya pun sudah tahu pasti bahwa mereka malah akan melontarkan pertanyaan lagi, “Pak tidak semua paper mempunyai atribut yang kita amati, bagaimana ya Pak?”.  “Betul Pak, akhirnya kolom-kolomnya tidak bisa diisi!“, timpal temannya.  “Tapi ada kan paper yang semua atribut pengamatannya terisi semua?“. Saya pun balik bertanya- seperti layaknya Socrates dengan gaya dialectic-nya ketika berdiskusi dengan murid-muridnya di Taman Akademos.

Semoga mereka menyadari bahwa gaya atau cara menjawab pertanyaan dengan pertanyaan tersebut merupakan salah satu upaya agar mereka bisa merekonstruksi pengetahuan atau pengalaman yang sudah tertimbun di kepala mereka. Saya pun menunggu semoga mereka dapat menjawab pertanyaan mereka sendiri.

“Oh, maksud Bapak, kita hanya memilih paper yang memang mencantumkan atribut penelitian yang lengkap, mulai dari Judul, Penulis, Tahun publikasi, Penerbit, Negara/Lokasi Penelitian, Jumlah Sampel, Metode atau Teknik Analisis, Variabel yang diteliti, dan atribut lainnya ya Pak?“. “Hmmm, berhasil juga gaya dialectic-nya“, saya hanya bergumam dalam hati, sambil tidak lupa menebar senyum diikuti anggukan kepala.

“Siapa yang mau jadi pelopor untuk mempresentasikan tabel hasil meta-analysis?“, saya kembali menantang mereka. Seperti biasa, mereka saling melempar dan tunjuk-tunjukan. Akhirnya ada yang punya keberanian juga, video projector pun menampilkan halaman pertama dari 5 halaman.

Meta-Analysis is research on research!“, saya mulai mengingatkan kembali pengertian sederhana dari Meta-Analysis. Kita mencari hasil penelitian sebelumnya berupa scientific paper yang dipublikasikan dalam bentuk prosiding seminar national atau international, jurnal nasional dan international, atau media publikasi lainnya. Saya yakin mereka masih ingat dengan teknik pencarian referensi di internet, yang sudah saya bahas di tulisan sebelumnya“. Namun saya tidak tahu, sudah berapa publikasi yang berhasil diunduh. Semakin tidak tahu lagi, berapa di antaranya sudah dibaca oleh mereka.

Contoh format tabel hasil meta-analysis

Tabel di atas merupakan contoh hasil meta-analysis untuk penelitian di bidang ilmu sosial. Namun teknik meta-analysis juga bisa diterapkan untuk penelitian di bidang keteknikan. Misalnya, algoritma yang digunakan, bahasa pemograman yang dipakai, jenis baku yang digunakan, metode ekstraksi yang digunakan, teknik pengukuran, dan seterusnya. Kita pun bisa melihat keragaman berbagai teknik, metode, proses, jumlah sampel, variabel, atau atribut lainnya dari sejumlah publikasi tersebut.

Jadilah artikel

“Selanjutnya tabel ini mau diapakan pak?“, tanya mahasiswa yang jadi presenter. ”Lakukanlah analisis berdasarkan tabel tersebut, namanya juga meta-analysis!“, timpal saya. Tanpa menunggu pertanyaan berikutnya saya langsung melanjutkan, “Coba buat distribusi frekuensi dan sajikan dalam bentuk diagram, misalnya untuk melihat variabel penelitian apa saja yang banyak diteliti?“.

Akhirnya mereka pun serempak melihat notebook-nya masing-masing. Tenggelam dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang dahinya mengkerut, geleng-geleng kepala, tengok sana tengok sini, atau sesekali melirik hape lalu sekilas mencuri waktu sekedar membalas sms. Saya pun hanya bisa senyum, sambil sibuk mencari contoh artikel ilmiah yang pernah saya susun berdasarkan meta-analysis. Namun untuk memberikan sedikit gambarannya, saya tampilkan contoh diagram batang yang saya kutip dari  sebuah artikel yang disusun berdasarkan meta-analysis.

Contoh tabel deskripsi hasil meta-analys

“Hah, 102 artikel yang dianalisisnya !!!“

“Waduh, pak nyerah deh kalo harus sebanyak itu sih !“

“Wah, bapak tega bener!”.

Saya pun hanya tersenyum. Memang saya sengaja menampilkan contoh tersebut. Saya pun tidak memberitahu mereka bahwa penulis yang membuat artikel tersebut adalah kandidat doktor di sebuah universitas nun jauh di Negeri Paman Sam. “Siapa yang mengatakan bahwa Anda harus sebanyak itu juga?“, Saya mencoba menenangkan mereka. “Lalu berapa jumlah artikel minimal yang harus di analisis oleh kami?“, ujar mahasiswa yang seolah-oleh menjadi juru bicara. Wajah memelas dan mengundang rasa iba kembali mewarnai kelas. Suasana hening makin terasa malam ini. Saya hanya tersenyum. Biarlah mereka menentukan targetnya masing-masing.

Sebagai penutup diskusi, saya membagikan dua contoh artikel- yang disusun berdasarkan meta analysis, yang dipublikasikan ketika posisi saya seperti mereka saat ini. Sebenarnya mereka bisa mencari sendiri contoh artikel seperti itu di dunia maya.  “Saya yakin Anda semua bisa membuat artikel ilmiah berdasarkan hasil meta-analysis“. Senyum kecut pun kembali menghiasi wajah-wajah yang tampak semakin memelas. Saya cuma berharap, semoga mereka tidak fobia dengan mata kuliah ini.

—-

Versi untuk penyusunan Skripsi bisa dilihat di buku:

Melawan Hantu Bernama Skripsi

Tulisan berikutnya:

Menyusun Thesis [4]: Annotated Bibliography

 

 

Ditulis Oleh

Lihat semua tulisan dari

Website : http://pasca.gunadarma.ac.id/pasca

6 Responses to “Menyusun Thesis (3): Meta-Analysis”

  1. mulyadi says:

    Banyak ilmu yang saya dapatkan setelah emmbaca meta analysis dalam menyusun thesis. bagi mahasiswa, penyusunan thesis merupakan hal sangat meyita perhatian, tenaga dan fikiran sehingga harus benar-benar bekerja keras untuk mendapatkan yang dicitakan. meta analysis sangat membantu dalam memperkaya materi bahan thesis.
    terima kasih..

  2. Trimakasih pak. benar-benar sangat membantu dan suatu ilmu yang memang patut untuk diketahui semua calon sarjaa, master ….agar pola pikir terstruktur.

  3. Lugas Asa says:

    Bukankah meta analysis merupakan salah satu metode analisis data? sedangkan tabel yang bapak maksud disini biasanya berada di bagian tinjauan pustaka?

Leave a Reply