Wadah Menulis Mahasiswa

PENILAIAN KINERJA GURU

July 31st, 2012 | by | in Edukasi | 2 Comments

Mulai 1 Januari 2013 diberlakukan sistem penilaian kinerja guru sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 35 tahun 2010 tentan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Hendaknya pemberlakuan sistem penilaian kinerja yang baru bukan menjadi hal yang menakutkan bagi guru, karena penilaian tersebut sebenar tanpa disadari sudah rutin dilakukan dalam bentuk supervisi di kelas oleh kepala sekolah dan pengawas. Bagi guru yang mendapat hasil penilaian kinerja yang nilainya tidak memenuhi syarat, diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) sebagai pembinaan pengembangan keprofesian. Hal ini seharusnya menjadi motivasi guru untuk meningkatkan keprofesionalannya. Tolak ukur profesional suatu profesi dilihat dari tanggung jawab dan kualitas pekerjaanya. Kualitas profesi guru dilihat dan diukur dari kualitas pembelajaran sehingga peserta didik bukan saja menjadi insan yang cerdas tetapi juga berdaya saing, mandiri dan berkharakter bangsa. Adanya peningkatan kualitas pendidikan diharapkan dapat meningkatkan martabat profesi guru.
Keberhasilan suatu negara mampu bersaing di era globalisasi ini, salah satunya ditentukan oleh keberhasilan mengelola sumber daya manusia (SDM). Perdayaan SDM dapat dilakukan melalui jalur pendidikan di sekolah. Guru merupakan elemen kunci keberhasilan pendidikan di sekolah. Semua komponen pendidikan seperti kurikulum, sarana prasarana dan sebagainya tidak akan banyak berarti apabila tidak ditunjang oleh kualitas dalam mengelola kegiatan pembelajaran di kelas. Tingginya harapan masyarat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas menuntut keberadaan guru berkualitas. Kualitas guru dapat dinilai dari kinerja guru.
Penilaian kinerja guru dilakukan bukan untuk menyangsikan kompetensi guru yang sudah bersertifikasi . Penilaian kinerja guru selain untuk menilai kemampuan guru dalam menerapkan kompetensi yang disyaratkan dalam Permendiknas No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru., bahwa ada 4 kompetensi utama, yaitu: (1) kompetensi pedagogik, (2) kepribadian, (3) sosial, dan (4) profesional, hasil penilaian kinerja juga dapat mengidentifikasi dan menganalis kekuatan dan kelemahan guru sehingga dapat digunakan sebagai dasar perencananaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Penilaian Kinerja Guru (PKG) juga diperlukan untuk kenaikan pangkat dan golongan berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 tahun 2009. Hal ini diperkuat pendapat Handoko T. Hani (dalam buku manajemen , 2003 ) bahwa kegunaan penilaian kinerja sebagai berikut (1) perbaikan kinerja, (2) penyesuaian-penyesuaian kompensasi, (3)keputusan-keputusan penempatan, (4) kebutuhan-kebutuhan latihan dan pengembangan, (5) perencanaan dan pengembangan karier, (6) penyimpangan proses staffing, (7) ketidakakuratan informasional, (8) kesalahan-kesalahan desain pekerjaan, (9) kesempatan kerja yang adil dan (10) tantangan eksternal.
Pada tulisan ini akan dipaparkan secara singkat aspek /indikator penilaian kinerja guru yang terdapat pada buku 2 tentang Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (Kemendibud , 2012)
A. Penilaian kinerja guru mata pelajaran
Penilaian kinerja guru mengacu pada 3 (tiga) tugas utama guru yang meliputi kegiatan merencanakan pembelajaran melaksanakan pembelajaran, dan menilai pembelajaran, yang dijabarkan menjadi 14 indikator kinerja sebagai berikut :
1. Guru memformulasikan tujuan pembelajaran dalam RPP sesuai dengan kurikulum/silabus dan memperhatikan karakteristik peserta didik.
2. Guru menyusun bahan ajar secara runtut, logis, kontekstual, dan mutakhir
3. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang efektif
4. Guru memilih sumber belajar/ media pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi pembelajaran
5. Guru memulai pembelajaran dengan efektif
6. Guru menguasai materi pelajaran.
7. Guru menerapkan pendekatan/strategi pembelajaran yang efektif
8. Guru memanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran.
9. Guru memotivasi dan/atau memelihara keterlibatan siswa dalam pembelajaran
10. Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran
11. Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif
12. Guru merancang alat evaluasi un ntuk mengukur kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik
13. Guru menggunakan berbagai strategi dan metode penilaian untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP
14. Guru memanfatkan berbagai hasil penilaian untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik tentang kemajuan belajarnya dan bahan penyusunan rancangan pembelajaran selanjutnya.
B. Penilaian Kinerja Guru Bimbingan Konseling
Penilaian kinerja mengacu pada 3 (tiga) tugas utama : perencanaan layanan BK, pelaksanaan pelayanan BK serta evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut layanan BK yang dijabarkan dalam 18 indikator penilaian.
C. Penilaian kinerja guru yang mendapat tugas tambahan yang dapat mengurangi jam mengajar (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua program, kepala lab), penilaiannya menggunakan instrumen khusus berdasarkan kompetensi yang disyaratkan dalam tugas tambahan tersebut.
D. Penilaian kinerja guru yang mendapat tugas tambahan yang tidak dapat mengurangi jam mengajar (wali kelas, guru piket, tim penyusun kurikulum dsb).
Penilaian kinerjanya dihargai langsung dengan pemberian angka kredit sesuai dengan yang tertuang Permeneg PAN & RB No. 16 Tahun 2009.

Oleh Retno Dewi (NIM 91311015)
Kelas 4AP

Ditulis Oleh

Lihat semua tulisan dari

2 Responses to “PENILAIAN KINERJA GURU”

  1. Mbak Retno……………………………..? Panjenengan orang mana ya?

  2. Retnooooooooooooooooooooooo

Leave a Reply