Wadah Menulis Mahasiswa

Perbankan Indonesia dan Krisis Finansial Global

October 16th, 2012 | by | in Headline, Resensi Buku | No Comments

Indonesia digadang-gadang sebagai  negara yang relatif tahan terhadap dampak krisis finansial global. Ketika terhempas krisis ekonomi di tahun 1997,  Indonesia harus bertekuk lutut dan menyerahkan nasibnya ke IMF. Dana talangan pun mengucur tak tanggung-tanggung untuk menyelamatkan sektor perbankan nasional. Sisi kelam Indonesia pun menyusul, yang  ditandai pergantian kepemimpinan, bahkan disebut pula ganti rezim dari Orde Baru ke Orde Reformasi.

Sepuluh tahun kemudian, krisis finansial global mulai menjalar, yang diawali dari Amerika Serikat. Pasar global pun was-was, bahkan menyeret perusahaan finansial global pula. BLBI made in USA pun menjadi episode atau sejarah baru dalam krisis ekonomi dunia. Kini krisis tersebut sudah menjalar ke wilayah Eropa. Negara-negara yang dikenal dengan tradisi Sepakbolanya – seperti Spanyol, Italia, dan Portugal tergolong yang paling parah.

Dalam era globalisasi atau pasar global yang saling terkoneksi, krisis bisa menjalar ke wilayah atau negara lain, termasuk Indonesia. Indonesia yang menganut rejim devisa bebas pun pasti terkena imbasnya. Untungnya, sampai saat ini imbas tersebut tidak separah krisis ekonomi nasional sepuluh tahun silam. Bahkan, kini seolah berbalik. Dulu Indonesia meminta talangan ke IMF, sekarang malah Indonesia menyumbang ke lembaga keuangan internasional tersebut.

Salah satu sektor ekonomi yang menjadi garda terdepan dalam menghadang krisis global adalah perbankan nasional. Belajar dari masa lalu, perbankan nasional sejauh ini masih bisa menangkal imbas krisis global. Berbagai kebijakan dan regulasi dari Bank Indonesia menjadi salah satu tameng utama. Beberapa kebijakan moneter pun diluncurkan, termasuk pengaturan devisa hasil ekspor atau pelaporan transaksi valutas asing.

Walaupun ada gekolak dan percikan kasus-kasus perbankan, sektor perbankan terus menunjukkan kinerja yang meningkat. Total aset perbankan nasional pun sudah menembus angka 3000 triliun. Serbuan asing dan trend penerapan electronic banking pun makin mencuat dalam beberapa tahun terakhir. Tak pelak lagi, perbankan nasional menjadi sektor utama yang mengelola dana masyarakat dan penyaluran dana yang luar biasa besar. Berbagai kasus negatif tidak menghalangi laju perbankan.

Apa saja jurus Bank Indonesia dalam menangkal krisis finansial global dan menangani kasus-kasus perbankan selama tahun 2011, kita bisa menyimaknya di Buku berjudul: “Perbankan Indonesia: Geliat dan Siasat Pasca Krisis Finansial Global”.

Catatan:

Buku: “Perbankan Indonesia: Geliat dan Siasat Pasca Krisis Finansial Global

Ditulis Oleh

Lihat semua tulisan dari

Website : http://pasca.gunadarma.ac.id/pasca

Leave a Reply