Wadah Menulis Mahasiswa

Expatriate Managers and MNC’s Ability to Control International Subsidiaries: The Case of Japanese MNCs

November 8th, 2012 | by | in Review Jurnal | 1 Comments

oleh :Yongsun Paik and Junghoon Derick Sohn

Tujuan      : Menghubungkan keefektivitasan mengontrol ke tingkat pengetahuan budaya yang dimiliki ekspatriat tentang negara yang ditugaskan.

Hipotesis    :

Hipotesis 1: Semakin tinggi proporsi yang ditugaskan ekspatriat dengan tingkat pengetahuan budaya yang tinggi tentang Negara tuan rumah, semakin besar kemungkinan kemampuan suatu MNC untuk mengendalikan unit lokalnya meningkat.

Hipotesis 2 :Semakin tinggi proporsi yang ditugaskan ekspatriat dengan tingkat pengetahuan budaya yang rendah tentang Negara tuan rumah, semakin besar kemungkinan kemampuan suatu MNC untuk mengendalikan unit lokalnya menurun.

Metodologi

Data           : Sebagian besar adalah perusahaan Multinasional Jepang yang beroperasi secara internasional di empat negara tuan rumah: Korea, Taiwan, Singapura dan Amerika Serikat yaitu perusahaan public yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Tokyo dan beroperasi di enam industry: Makanan, tekstil, bahan kimia termasuk obat-obatan, keramik, peralatan listrik dan elektronik. Sampel akhir terdiri dari 101 unit lokal Jepang.

Data tambahan dikumpulkan menggunakan survey tertulis. Kuesioner final dikirimkan kepada 101 perusahaan Jepang. Ekspatriat Manajer yang menyelesaikan kuesioner semuanya laki-laki dengan rata-rata pengalaman international tujuh tahun dan usia rata-rata 48 tahun. Mereka adalah manajer yang berpengetahuan aktif terlibat dengan pembentukan dan operasi dari unit lokal.

Variabel      :

1. Expatriate Proportion (EXPAT)

2. Cultural Comparability (COMP)

3. Equity Position (Equity)

4. R&D Expenditure (RND)

5. International Experience (INTL)

6. Investment Size (SIZE)

7. Years of Operation (AGE)

Analisis : Cross Sectional Analisis Regresi yang dilakukan dengan dua kelompok pengamatan, yaitu orang-orang dengan nilai pengetahuan budaya dari  standar deviasinya diatas 0,25 dan dibawah 0,25.

Kesimpulan : Menunjukkan bahwa ekspatriat dapat menjadi cara yang efektif dalam control, jika mereka secara signifikan memiliki pengetahuan budaya mengenai Negara tuan rumah untuk dimana mereka ditugaskan. Disisi lain, jika ekspatriat yang ditugaskan ke Negara tuan rumah tidak memiliki pengetahuan budaya Negara tersebut, maka akan berbahaya bagi kemampuan MNC untuk menguasai industri.

Journal of World Business 39 (2004) 61-71

 

 

Ditulis Oleh

Lihat semua tulisan dari

One Response to “Expatriate Managers and MNC’s Ability to Control International Subsidiaries: The Case of Japanese MNCs”

  1. Semakin banyak ekspatriat yang bekerja di Indonesia, terlebih lagi dalam menghadapi pasarbebas tenaga kerja 2015

Leave a Reply