Wadah Menulis Mahasiswa

e-money: Bisakah Diterapkan di Indonesia?

e-money: Bisakah Diterapkan di Indonesia?

1.  Apa itu e-money?

Saat ini lembaga keuangan, khususnya bank menghadapi tantangan baru dalam pembayaran elektronik. Dalam hal ini bank perlu memanfaatkan teknologi informasi yang akan selaras dengan strategi bisnis. Perkembangan teknologi yang telah mampu memunculkan credit card dan debit card, saat ini berupaya memunculkan e-money ke hadapan masyarakat. Pada dasarnya e-money telah lama berkembang di dunia perbankan, tetapi penggunaannya belum merata. Hanya beberapa pihak yang menggunakan e-money sebagai alat pembayaran.

Kemunculan e-money ditengah-tengah masyarakat bertujuan untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penggunaan uang tunai. Dikhususkan untuk pembayaran-pembayaran yang bersifat mikro dan ritel. E-money bukan hanya sebagai pengganti uang tunai fisik dalam bentuk koin dan uang kertas dengan uang elektronik yang setara, namun juga sebagai sebuah sistem yang memungkinkan seseorang untuk membayar barang atau jasa dengan mengirimkan nomor dari satu komputer ke komputer lain. Seperti nomor seri pada uang yang nyata, jumlah uang digital yang unik. Masing-masing diterbitkan oleh bank dan mewakili sejumlah uang riil tertentu.

Namun menurut European Central Bank, e-money adalah  sebuah toko elektronik yang memiliki nilai moneter pada perangkat teknis yang mungkin banyak digunakan untuk melakukan pembayaran kepada usaha selain issuer tanpa harus melibatkan rekening bank dalam transaksi, tetapi bertindak sebagai instrumen yang bersifat prabayar.

Karena definisi e-money yang begitu luas untuk mencakup jenis perangkat elektronik untuk menyimpan nilai moneter, metode e-money hanya terbatas pada teknologi yang ada. Saat ini ada dua produk utama untuk e-money yaitu sotfware-based product dan card-based product. Dari kedua produk yang ada, card based product lebih diutamakan dalam pengembangannya. Sedangkan untuk software based product masih relatif kurang dikenal dan belum ada rencana untuk pengembangan sekalipun itu di negara yang telah melakukan  perkembangan terhadap produk e-money.

Metode software based product adalah sistem pembayaran dimana uang disimpan dalam hard drive komputer dengan menggunakan program perangkat lunak. Program ini menciptakan sebuah dompet elektronik yang diisi dengan uang dari rekening bank, dan kemudian pengguna dapat membeli barang atau jasa dengan cara mengirimkan informasi melalui metode ini. Transaksi dienkripsi dan identitas pengguna disembunyikan dari pedagang. Ada beberapa perusahaan yang menawarkan software seperti ini, tetapi belum terbukti sangat populer. Salah satu perusahaan utama mendorong skema ini adalah DigiCash, dimana pelanggan dapat men-download sebuah program kecil untuk menyimpan uang dalam komputer mereka. Namun DigiCash malah memberikan rasa kecewa kepada pelanggannya yag berujung produk tersebut dibeli oleh perusahaan lain yang disebut Ecash.

Sistem e-money yang paling layak dan menjanjikan adalah bahwa menyimpan nilai moneter di kartu an lebih aman dengan microchip, yang dikenal sebagai smart card. Smart card hanya menempatkan, “persegi panjang plastik berisi chip elektronik, dan memegang sejumlah data yang akan dibaca.” Teknologi ini tidak hanya dibatasi untuk sistem pembayaran elektronik, juga bisa ditemukan di beberapa daerah lain seperti digital television boxes dan Subscriber Identity Module (SIM) untuk ponsel. Smart card untuk pembayaran elektronik menggunakan chip untuk menyimpan sejumlah nilai, yang dapat diisi pada apa pun dari telepon umum ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Untuk alasan keamanan, informasi dalam kartu harus disimpan dengan menggunakan algoritma enkripsi yang hanya dapat diterjemahkan oleh pembaca yang memadai, jika nilai dari kartu tersebut tidak dapat dibuka. Bearer akan menghadirkan kartu untuk retailer yang memiliki card reader, dan nilai tersebut akan dibuka dan kemudian ditransfer ke rekening mereka. Nilai ini dapat ditukar dengan issuer. Smart card juga dapat digunakan untuk transaksi internet jika konsumen memiliki card reader yang terpasang ke komputer, card reader akan membuka nilai dalam kartu dan mengirim informasi ke pengecer online, memfasilitasi transaksi e-commerce.

2. Perbedaan E-Money dengan Alat Pembayaran Elektronis Lain

Pada awalnya masyarakat beranggapan e-money sama dengan kartu kredit dan kartu debit seperti yang biasa dilihat. Namun pada kenyataannya, tiga instrumen ini adalah hal yang bebeda. Kartu kredit dan kartu debet merupakan access products sedangkan e-money merupakan  prepaid products. Dua istilah ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan, yaitu:

a. pre-paid products (e-money)

  • Nilai uang berupa stored value atau sudah tercatat dan tersimpan di dalam kartu/ instrumen e-money.
  • Konsumen memiliki hak penuh terhadap dana yang ada dalam instrumen.
  • Transaksi dapat dilakukan secara offline

b. access products (credit card and debit card)

  • Tidak ada pencatatan dana pada instrumen kartu.
  • Dana sepenuhnya berada dalam pengelolaan bank, sepanjang belum ada otorisasi dari nasabah untuk melakukan pembayaran.
  • Transaksi harus dilakukan secara online

3. Keuntungan dan Kerugian Penggunaan E-Money

a. Keuntungan Penggunaan e-Money

  • kenyamanan konsumen, dengan fasilitas canggih yang dimiliki e-money, konsumen tidak perlu membawa-bawa uang tunai untuk transaksi bernilai kecil.
  • meningkatkan kepercayaan konsumen, adanya kode yang digunakan untuk mengunci sistem dalam kartu, memungkinkan pengguna untuk melakukan penguncian terhadap uang yang ada di smart card jadi jika kartu hilang atau dicuri, orang lain tidak akan dapat menggunakan uang itu.
  • keuntungan bagi issuer,sistem e-money jauh lebih murah untuk beroperasi dari model pembayaran lainnya, yang merupakan keuntungan besar. Kewajiban untuk penerbit juga minim, yang mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan.

 b.  Kekurangan e-money

Banyaknya sistem kartu yang muncul dimana-mana, mejadikan konsumen bingung dalam penggunaan kartu-kartu tersebut. Bahkan mungkin tidak dapat menggunakan kartu di mana-mana. Jika pengguna saja bingung dalam penggunaannya, fungsi e-money sebagai pengganti uang fisik akan hilang. Hal ini akan berdampak pada keuntungan issuer yang akan menurun bahkan null.

Di samping kebingungan yang ada di masyarakat, peraturan yang belum pasti peraturan untuk uang elektronik masih belum jelas, sehingga belum pihak issuer belum bisa menyediakan terlalu banyak e-money di pasaran.

 4. Manfaat e-Money

Dibandingkan alat pembayaran non tunai yg berbentuk smart card lainnya, e-money memiliki kelebihan, yaitu:

a. dibanding uang tunai, transaksi dengan e-money akan berjalan lebih cepat dan nyaman daripada dengan uang tunai. Nasabah tidak perlu menyediakan uang pas dan tidak harus menyimpan uang kembalian. Dan kesalahan dalam penghitungan uang kembali pun tidak akan terjadi.

b. transaksi dengan e-money dapat dilakukan dalam waktu singkat, karena tidak perlu PIN, tidak ada tanda tangan dan tidak ada proses otorisasi online. Biaya komunikasi pun daapt dikurangi karna transaksi dilakukan secara offline.

c. Isi ulang dapat dilakukan dengan berbagai sarana yang disediakan oleh issuer.

 5.  Fitur e-money

a. transferability, fitur yang memberikan batasan transaksi e-money. Dalam hal ini adalah transfer yang dilakukan secara offline oleh nasabah dari satu ke kartu yang lain.

b.  otorisasi on-line, otorisasi yang dilakukan adalah dimana card issuer melakukan proses validasi atas transaksi yang dilakukan oleh nasbah. Hanya saja dengan adanya fitur ini, tedapat biaya tambahan biaya komunikasi dan penambahan waktu dalam pemyelesaian suat  transaksi. Fitur ini diterapkan dalam pengisisan ulang.

c. information collection, penyelenggara melakukan collect data terhadap nasabah yang digunakan dalam pelacakan jika terjadi fraud.

d.  pengisian ulang, uang yang ada pada smart card (e-money) hanya dapat digunakan sekali, jika dana telah habis maka tidak dapat digunakan lagi. Untuk mengatasi hal ini, nasabah dapat melakukan pengisian ulang dengan cara transfer dari rekening, pembayaran rekening atau dengan kartu kredit.

e. single atau multiple currencies, e-money di desain hanya menggunakan mata uang yang beredar di negara penerbit e-money.

f. single atau multiple aplications, Smart card yang bertindak sebagai uang elektronik dapat ditambahkan aplikasi yang lain. Jadi smart card yang tadinya hanya difungsikan sebagai uang elektronik, juga dapat digunakan sebagai kartu kredit dan kartu debet. Selain itu juga dapat ditambahkan produk yang non-pembayaran/ no-payment.

6.  Transaksi Dalam e-Money

Transaksi yang terjadi pada e-money hanyalah antara kartu konsumen dengan terminal merchant. Namun secara luas, transaksi yang terjadi dalam e-money adalah:

a. Penerbitan (issuance) dan pengisian nilai uang (top-up atau loading)

Smart card yang diterbitkan oleh issuer dapat dilakukan pengisisan ulang melalui ATM dan terminal-terminal yang ditentukan oleh issuer. Pengisian ulang dilakukan secara on-line, namun juga dapat dilakukan secara offline.

b.  Transaksi pembayaran

Prosedur yang dilakukan dalam pembayaran menggunakan e-money adalah:

  • nasabah meng-insert/mengarahkan kartu ke terminal merchant
  • terminal merchant memeriksa kecukupan saldo e-money terhadap nominal yang harus dibayar
  • Jika saldo pada kartu e-money lebih besar dari nominal transaksi, terminal memerintahkan kartu untuk mengurangi saldo pada kartu sejumlah nominal transaksi
  • Kartu milik konsumen kemudian memerintahkan terminal untuk menambah saldo pada terminal sebesar nominal transaksi

c.       Deposit, Collection

  • Deposit/Refund, pada beberapa produk, nasabah pemegang e-money dapat melakukan refund atau penyetoran kembali dana pada e-money yang tidak terpakai/masih tersisa untuk didepositkan ke dalam rekeningnya.
  • Collection, proses collection biasanya dilakukan oleh merchant yaitu penyetoran electronic value yang diterima oleh merchant dari konsumen kepada issuer untuk untung rekening merchant.

 7. Dapat Digunakan di Indonesia?

Dari penjelasan yang telah dipaparkan, dilihat dari segi manfaat dan prosedur yang ada harusnya e-money dapat diterapkan di Indonesia. Prosedurnya tidak rumit karena diselaraskan dengan perkembangan IT yang ada. Masyarakat Indonesia juga bukan lagi masyarakat awam yang gagap teknologi. Kalaupun ada, hanya perlu diadakan demo beberapa kali dan masyarakat pun akan cepat memahaminya.

Saat ini, ada beberapa perusahaan di Indonesia yang telah menggunakan uang elektronik untuk transaksinya. adapun perusahaan tersebut adalah:

a. Alfamidi yang memberikan kesempatan kepada konsumennya untuk memegang kartu Alfamidi sebagai pengganti uang fisik.

b. Telkomsel sebagai perusahaan komunikasi pun tidak ketinggalan, mengeluarkan produk T-Cash yang banyak digunakan oleh pelanggannya di Indonesia. Telkomsel adalah pelopor kehadiran layanan mobile wallet di Indonesia yang bernama T-Cash sejak 27 November 2007. Menurut Head of Corporate Communications Division Telkomsel, mereka optimis terhadap layanan e-money via ponsel dapat terus berkembang karena transaksi yang dlakukan sangat lah praktis dan terjamin keamanannya.

c. Bank Mandiri. Dalam penerapannya, e-money yang dikeluarkan oleh bank mandiri dapat digunakan di berbagai tempat umum dan saldo maksimal yang dapat diisikan pada smart card adalah Rp 1 juta dan tidak ada nilai minimum dalam transaksinya. E-money yang sudah dapat dibeli mulai tanggal 15 oktober 2012 lalu ini dapat dilakuakan pengisian ulang di Alfamart, Alfamidi dan Lawson serta daat dilakukan di mandiri atm bertanda logo isi ulang dengan menggunakan kartu mandiri debit ataupun kartu debit berlogo atm bersama serta di kantor cabang/merchant retail yang telah bekerja sama, baik dengan menggunakan kartu mandiri debit ataupun secara tunai.

Sumber:

Anonim, Basic Principles And Future Of Electronic Money

Mcgonagle, JD. Electronic Payments And Electronic Money, 2012

Guadamuz, A. Electronic Money: A Viable Payment System?

Wonglimpiyarat, J. E-Payment Strategies Of Bank Card Innovations, Journal Of Internet Banking And Commerce, December 2007, vol. 12, no.3.2007

A. G. Barbara, Electronic Money, Federal Reserve Bank Of Cleveland Economic Research Department, 1997

H. Siti, I. Nuryanti, A. Firmansyah, A. Fadly, I.Y. Darmawan, Operasional E-Money, Bank Indonesia, 2006

Mandiri, FAQ E-Money

Susaptoyono, Y. Layanan E-Money Berkembang. Jurnal nasional. 2012

Eka Julianti / 92211052

MMSI 41 SIB

Program Magister Sistem Informasi

Universitas Gunadarma

Ditulis Oleh

Lihat semua tulisan dari

Leave a Reply