Wadah Menulis Mahasiswa

Upaya Bank Indonesia Mengatasi Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum

April 3rd, 2013 | by | in Perbankan | No Comments

Terorisme bukan permasalahan yang baru. Isu terorisme begitu santer didengar dan dibahas banyak negara pasca tragedi 9/11 atau yang dikenal dengan peristiwa 9 September. Sebuah pesawat terlihat dengan sengaja menabrak menara World Trade Center (WTC) di Amerika Serikat. Berbagai macam spekulasi dan tuduhan tentang siapa pelaku sesungguhnya, dan banyak pihak yang menuduhkan tindakan tersebut dilakukan oleh kelompok teroris tertentu. Trauma dan polemik teror tersebut lama untuk sembuh, kemudian perlahan hilang. Banyak reaksi yang bermunculan dan aksi pemerintah-pemerintah di seluruh dunia untuk melindungi keamanan wilayah negera masing-masing dengan pembentukan tim khusus anti-terorisme, pembuatan undang-undang atau regulasi bentuk lain agar pemerintah mendapatkan kejelasan arah dan kebijakan, serta peningkatan alat-alat keamanan negara seperti polisi, militer dan tim ahli pencegahan/pemberantasan terorisme.

Di Indonesia sendiri telah terjadi beberapa kasus serangan teroris, beberapa diantaranya yang fenomenal adalah serangan di hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton yang menewaskan tujuh korban di Jakarta pada tahun 2009, peristiwa bom malam natal yang terjadi 24 Desmber 2000 di 34 titik yang berbeda, serta ada juga kasus Legian Bali yang sangat terkenal hingga ke seluruh dunia,  Salah satu hal yang masih sulit di atasi untuk mencegah aksi teroris adalah masalah aliran-aliran dana yang dibuat rumit agar pemilik dana sesungguhnya sulit untuk ditemukan.

Dulu, kelompok-kelompok teroris diduga mendapatkan pendanaan melalui transfer dana atau kurir dari luar negeri seperti kelompok-kelompok besar Al-Qaeda (meskipun kebenarannya masih dipertanyakan). Kemudian mereka juga disinyalir menggunakan cara perampokan atau pencurian uang tunai dan logam mulia seperti yang pernah terjadi di Medan dan Poso. Saat itu sebuah bank dirampok habis-habisan oleh perampok yang kemudian disinyalir sebagai kelompok teroris. Dan gaji guru di Poso pada saat itu dicuri dan diberikan ke pimpinan salah satu kelompok teroris. Cara yang paling banyak dilakukan juga adalah meretas situs-situs bisnis yang khususnya bergerak di forex trading untuk dicuri paksa poin-poinnya hingga kemudian mereka menggunakan poin tersebut untuk membeli sejumlah aset-aset yang bernilai tinggi dan tidak mudah untuk dicurigai. Mereka juga melakukan upaya pencucian uang dengan uang-uang haram dan ilegal tersebut. dana tunai itu mereka belikan rumah, mobil, logam mulia, dan aset berharga lainnya, yang pada saat awal tahun 2000an, pedagang kendaraan bermotor, logam mulia dan properti belum diwajibkan melaporkan transaksi-transaksi besar kepada otoritas intellijen keuangan Indonesia, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan).

Kini Bank Indonesia sebagai bank sentral yang mengatur kegiatan perbankan mengeluarkan peraturan untuk mencegah aliran dana yang mencurigakan dengan mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor : 14/27/PBI/2012 tanggal 28 Desember 2012 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum. Sebelumnya pun BI sudah mengeluarkan peraturan mengenai hal tersebut, yaitu PBI No.14/27/PBI/2012 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme. Namun terdapat beberapa perubahan, diantaranya pengaturan mengenai transfer dana, pengaturan mengenai area berisiko tinggi, dan pengaturan mengenai sanksi.

Dengan diberlakukannya peraturan yang baru, diharapkan kegiatan atau ancaman teroris dapat dicegah sejak dini, dalam hal ini pencegahan distribusi dana melalui sektor perbankan. Cukuplah sudah Indonesia menderita dengan adanya aksi teroris ini, dengan timbulnya citra Indonesia sebagai salah satu jaringan teroris. Banyak sektor yang merasakan dampak dari adanya aksi ini, terutama sektor pariwisata Indonesia. Negara ini yang terkenal dengan keramahtamahannya tiba-tiba menjadi tempat yang tidak nyaman bagi wisatawan, khususnya wisatawan asing.

Dukungan dari Bank Indonesia ini, diharapkan dapat meminimalisir ancaman yang mungkin terjadi. Biarlah negara ini kembali ke fitrahnya, yaitu sebagai negara yang aman, nyaman, dan tentram untuk ditempati. Dan mari kita sama-sama mendukung segala kebijakan yang telah ditetapkan untuk kepentingan bersama.

http://www.bi.go.id/web/id/Peraturan/Perbankan/

http://id.wikipedia.org/wiki/Terorisme_di_Indonesia

http://apdforum.com/id/article/rmiap/articles/online/features/2013/02/20/indonesia-terror-battle

http://hizbut-tahrir.or.id/2013/02/12/ruu-pendanaan-terorisme-ancaman-abuse-of-power-dan-melayani-kepentingan-asing/

Ditulis Oleh

Lihat semua tulisan dari

Leave a Reply