Wadah Menulis Mahasiswa

Kajian Tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Isu Privasi Dan Trust Dalam Pemanfaatan E-Commerce

May 14th, 2013 | by | in ICT, Review Jurnal | No Comments

Abstract

Meskipun pertumbuhan e-Commerce sangat pesat, banyak faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat untuk melakukan mekanisme e-Commerce dalam bertransaksi. Faktor keamanan dan kemudahan menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat. Kenyataannya banyak kekhawatiran terhadap masalah privasi dan kepercayaan yang belum tersolusikan dengan memuaskan. Kajian ini memaparkan sebuah studi kualitatif dengan teknik analisis deskriptif di tengah kekhawatiran pelanggan atas privasi dan kepercayaan dalam proses pembelian online. Sejumlah isu di masyarakat yang berkembang seperti privasi data, keamanan data, pengungkapan data pelanggan oleh penjual/pemilik website e-Commerce kepada pihak ketiga. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat akan merasa lebih nyaman, tidak khawatir terhadap masalah kerahasiaan data mereka dan melakukan belanja online pada website bermerek (branded), website yang memiliki aturan perlindungan/kebijakan privasi data yang jelas dibandingkan melakukan belanja online di situs tanpa jaminan atau yang tidak memiliki aturan perlindungan data/kebijakan privasi yang jelas/samar.

Kata kunci: e-Commerce, Isu Privasi, Trust

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari dewasa ini. Dalam era yang disebut information era ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis, salah satu cara yang mulai dilirik adalah dengan menggunakan internet. Salah satu bentuk nyata bisnis yang memanfaatkan internet tersebut dinamakan e-Commerce.

E-Commerce memungkinkan konsumen untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi. E-Commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen; mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak penyedia produk. E-Commerce menyediakan produk-produk dan jasa secara informatif kepada konsumen, sehingga konsumen dapat melakukan perbandingan secara cepat baik dari sisi kualitas maupun harga.

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan perdagangan elektronik ini, pedagang online menangani dan menyimpan data pribadi dari jutaan pelanggan setiap tahun. Sifat impersonal para pembeli online menimbulkan pertanyaan mengenai privasi data dan kepercayaan pelanggan, yang pada gilirannya telah menyebabkan semakin tumbuhnya kesadaran akan masalah privasi ini di masyarakat. Dengan demikian, kebutuhan untuk mengetahui masalah privasi data pelanggan sangat penting, hal ini akan membantu pedagang online dan pelaku bisnis online untuk memahami perspektif pelanggan dalam hal privasi dan kepercayaan dan memungkinkan mereka mengembangkan dan memodifikasi kebijakan dan proses untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan mereka (Fienberg 2006).

Berdasarkan hasil penelitian banyak faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat untuk melakukan mekanisme e-Commerce dalam bertransaksi. Faktor keamanan dan kemudahan menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat.

Bahan dan Metodologi

Penulisan jurnal ini mengacu kepada beberapa jurnal penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, antara lain:

bahan_metodologi

Hasil

Temuan umum dari analisis data yang dilakukan oleh  Mahmood H Shah, Ramanus Okeke dan Rizwan Ahmed menunjukkan bahwa situs web bermerek (branded), situs web yang telah diketahui aman dan situs web dengan perlindungan/kebijakan privasi data yang jelas dinyatakan lebih dipercaya dan mengurangi kekhawatiran terhadap privasi data pelanggan dalam berbelanja online. Di sisi lain, situs tanpa jaminan, website dengan data perlindungan/kebijakan privasi yang samar, akan mencegah pelanggan pengungkapan data pribadi mereka saat belanja online.

Sementara itu pada penelitian yang dilakukan oleh Diah Arum Maharani & Tiari Pratiwi Hutami didapatkan transaksi yang sering dilakukan melalui internet adalah sebagai berikut:

transaksi internet yang sering dilakukan

Pertimbangan utama untuk memutuskan melakukan transaksi online:

pertimbangan ok

Pertimbangan utama untuk memutuskan tidak melakukan transaksi online:

pertimbangan nok

Pembahasan

Berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh  Mahmood H Shah, Ramanus Okeke dan Rizwan Ahmed di dapatkan 5 (lima) poin penting yang menjadi perhatian, yaitu:

Kesadaran Akan Penggunaan Data

Hal ini menunjukan bahwa jika pelanggan menyadari dan memahami bagaimana data mereka akan digunakan, maka tingkat kekhawatiran mereka dapat diturunkan. Oleh karena itu, penulis dapat menyarankan pelaku e-Commerce untuk lebih memberikan informasi yang mendidik pelanggan/calon pelanggan tentang bagaimana informasi pribadi yang mereka masukan secara online akan digunakan. Hal ini akan membuka jalan bagi kerjasama yang lebih baik dengan pelanggan.

Website Terpercaya (Branded)

Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan online lebih memilih untuk berbelanja di situs-situs yang dianggap sebagai toko ‘dikenal dan dipercaya’. Oleh karena itu, pelanggan akan merasa lebih khawatir terhadap masalah privasi jika mengunjungi sebuah toko online tidak dikenal dan tidak diakui.

Pengungkapan Data ke Pihak Ketiga

Beberapa pelanggan mungkin menganggap hal ini hanya sebagai kasus yang biasa, namun banyak pelanggan mungkin menganggapnya sebagai pelanggaran privasi mereka. Dengan kesadaran dan keterbukaan di pihak pelaku bisnis dan online shoppers bisa menghindarkan dari pengungkapan data pribadi yang tidak diinginkan.

Perlindungan Data / Kebijakan Privasi

Hal ini menunjukkan bahwa ada kekhawatiran yang tumbuh diantara pelanggan online mengenai kebijakan perlindungan privasi dan pada kenyataannya masyarakat sekaran semakin sadar tentang kebijakan privasi yang diterapkan oleh dari pelaku e-Commerce.

Keamanan Data/Internet

Sebagian besar narasumber menunjukkan kepedulian mereka tentang website yang tidak aman. Mereka mengatakan bahwa mereka tertarik untuk mengetahui seberapa baik sebuah toko online terjamin keamanannya sebelum melakukan pembelian. Bahkan banyak pengguna tidak akan bersedia terlibat dalam e-Commerce hanya dikarenakan ketidakpastian atas keamanan data pribadi mereka.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil adalah berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa website bermerek (branded), situs yang telah diketahui aman, website dengan perlindungan/kebijakan privasi yang jelas akan membuat masyaraka lebih nyaman dalam berbelanja online dan mengurangi kekhawatiran mereka terhadap kebocoran penggunaan data pribadi mereka. Sementara situs tanpa jaminan perlindungan data, yang tidak memiliki kebijakan privasi/samar, yang membocorkan data ke pihak ketiga; pada gilirannya akan membuat pengguna merasa khawatir dan mengurungkan niat berbelanja online di website e-Commerce tersebut.

Hasil dari studi ini dapat digunakan oleh pemangku kepentingan dalam pembuatan kebijakan dan pengelolaan e-Commerce untuk meningkatkan kepercayaan konsumen di pasar elektronik. Hal ini juga dapat mendorong penelitian lebih lanjut tentang teknologi perangkat lunak untuk mengendalikan dan memantau data pengguna secara online dan lebih memahami dampak dari privasi di organisasi bisnis

Daftar Pustaka

Mahmood H Shah, Ramanus Okeke dan Rizwan Ahmed, Issues of Privacy and Trust in E-Commerce: Exploring Customer’s Perspective (2013), Journal of Basic and Applied Scientific Research, ISSN 2090-4304

Diah Arum Maharani & Tiari Pratiwi Hutami, Kajian Tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan E-Commerce (2011), Jurnal Penelitian Pos dan Informatika Vol. 1 No.2, ISSN. 2088-9402

Ditulis Oleh

→ Penulis adalah mahasiswa program Magister Manajemen Sistem Informasi Bisnis angkatan 42″

Lihat semua tulisan dari

Leave a Reply