Wadah Menulis Mahasiswa

Uang Elektronik (Electronic Money) di Indonesia

May 16th, 2013 | by | in Perbankan | No Comments

Uang Elektronik adalah produk stored-value atau prepaid, di mana sejumlah nilai uang (monetary value) tersimpan dalam peralatan elektronik. Nominal uang yang tersimpan secara elektronis dilakukan dengan menukarkan sejumlah uang atau melalui pendebitan rekening bank yang lalu disimpan dalam peralatan elektronis. Dengan alat elektronik yang sudah tersimpan dana, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi.

Sedangkan menurut Peraturan Bank Indonesia nomor: 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money) adalah alat pembayaran yang memenuhi unsur-unsur sebagai berikut :

  1. Diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit;
  2. Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti serveratau chip;
  3. Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut;
  4. Nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang dan dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.

Saat ini penggunaan uang elektronik terus meningkat. Sebagai contoh dapat dilihat dari penjualan e-toll card yang terus meningkat. Adityawarman ,Direktur Utama Jasa Marga, mengatakan bahwa penjualan e-toll tembus 100 juta lebih.

Penggunaan uang elektronik atau electronic money (e-money) diprediksi akan terus tumbuh secara signifikan. Meski demikian bertransaksi secara manual menggunakan uang tunai masih akan tetap dilakukan masyarakat. Eny Sri Hartati ,Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mengatakan penggunaan uang elektronik mempercepat transaksi dan proses perdagangan. Namun pengaruhnya signifikan atau tidak, belum dapat diketahui secara pasti.

Beberapa bank yang mengeluarkan produk e-money di antaranya PT Bank Central Asai Tbk dengan produknya, Flazz, PT Bank Mandiri Tbk melalui Indomaret Card, Gaz Card, dan e-Toll. Sementara itu, PT Bank Mega Tbk dengan Studio Pass Card dan Smart Card, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk mengeluarkan Java Jazz Card dan Kartuku.

Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mengeluarkan BRIZZI, BPD DKI Jakarta dengan produk Jak Card, PT Indosat Tbk mengeluarkan Dompetku, PT Skye Sab Indonesia dengan produk Skye Card, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mengeluarkan Flexy Card serta i-Vas Card.

Selanjutnya, PT Telkomsel dengan produk T-Cash, PT XL Axiata Tbk mengeluarkan XL Tunai, PT Finnet Indonesia dengan produknya FinChannel dan BBM Money (produk uang elektronik kerjasama antara Produsen BlackBerry™ dengan Bank Permata).

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi kartu prabayar atau electronic money (e-money) mencapai Rp 2,19 triliun hingga Februari 2013. Angka tersebut meningkat 97% (year-on-year) dibandingkan Februari 2012 yang tercatat sebesar Rp 1,11 triliun.

Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi penggunaan e-money juga tumbuh menjadi 9,62 juta transaksi. Volume ini naik 68% dari posisi Februari 2012 sebanyak 5,72 juta transaksi. Peningkatan ini sejalan dengan penambahan jumlah  kartu e-money setahun terakhir yang tumbuh 61% menjadi 23 juta kartu.

Namun, penggunaan uang elektronik belumlah maksimal seperti yang dikemukakan oleh Ketua ATSI Alex J Sinaga. Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah pengguna e-money di ponsel mencapai 12 juta pengguna. Namun, pengguna aktif e-money di ponsel hanya enam persen dari jumlah pengguna tersebut.

Untuk mengatasi meningkatkan pengguna pada ponsel maka Tiga operator seluler tanah air, yaitu Telkomsel, Indosat dan XL Axiata, berkolaborasi dengan inovasi layanan “e-Money Interoperability” atau pengiriman uang elektronik lintas operator yang diluncurkan di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta.

Manfaat yang bisa dinikmati pengguna seluler dengan layanan pengiriman uang elektronik lintas operator itu antara lain pelanggan dapat dengan mudah dan leluasa melakukan transaksi keuangan melalui ponsel.

Selain kemudahaan dalam bertraksaksi manfaat lain dari uang elektronik ini dapat mengurangi jumlah peredaran uang palsu. Selain itu biaya untuk pencetakan uang kertas dapat diminimalisir dengan adanya uang elektronik ini.

Selain manfaat diatas penggunaan uang elektronik ini juga masih menjadi masalah antara lain: penggunaan uang elektronik baru dinikmati oleh kalangan ekonomi menengah keatas, akan beredar kartu palsu, dan lain-lain.

Semua masalah diatas dapat diatasi dengan adanya sosialisasi yang bertahap dan jelas serta pengawasan yang ketat dari Bank Indonesia selaku sentral dari peredaran uang di Indonesia.

Sumber:

AntaraNews, Pelanggan tiga operator seluler bisa saling kirim uang elektronik, http://www.antaranews.com/berita/374816/pelanggan-tiga-operator-seluler-bisa-saling-kirim-uang-elektronik, 15 Mei 2013 (tanggal akses: 15 Mei 2013).

Indonesia Finance Today, Nilai Transaksi e-Money Melonjak 97%, http://www.indonesiafinancetoday.com/read/43519/Nilai-Transaksi-e-Money-Melonjak-97, 10 April 2013 (tanggal akses: 14 Mei 2013).

Jurnal Nasional, Transparan,Sulit Dimanipulasi, dan Kurangi Uang Palsu, http://www.jurnas.com/halaman/9/2012-06-05/211143, 5 Juni 2012 (tanggal akses: 14 Mei 2013).

Kompas, Pengguna Uang Elektronik di Ponsel Minim, http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/05/15/15082880/Pengguna.Uang.Elektronik.di.Ponsel.Minim, 15 Mei 2013 (tanggal akses: 15 Mei 2013).

Peraturan Bank Indonesia nomor: 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money). http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/E99A309C-7333-415C-A0AB-AAA3E2E3F827/16446/pbi_111209.pdf, (tanggal akses: 13 Mei 2013)

VivaNews, Jasa Marga: Pengguna e-Toll Card Malas Isi Ulang – Padahal, penjualan e-toll card terus meningkat, http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/349670-jasa-marga–pengguna-e-toll-card-malas-isi-ulang. 7 September 2012 (tanggal akses: 14 Mei 2013).

Ditulis Oleh

Lihat semua tulisan dari

Leave a Reply