Wadah Menulis Mahasiswa

Money Changer

June 26th, 2013 | by | in Edukasi | 1 Comments

A.   Latar Belakang Penelitian  :   

Kegiatan money changer pada intinya adalah kegiatan jasa tukar-menukar mata uang dengan mengambil keuntungan dari jasa tersebut. Kini, jasa penukaran mata uang asing dapat dengan mudah kita temukan, terutama di daerah pariwisata, bandar udara internasional, dan area perbatasan dua negara. Money changer bisa disebut sebagai ‘pedagang uang’ atau pedagang valuta asing. Para pedagang valuta asing ini memanfaatkan kegiatan perdagangan internasional dalam bekerja.

 

Pada kegiatan perdagangan internasional, pembeli dan penjual memiliki nominal uang dalam mata uang yang berbeda. Oleh karena itu, si pembeli membutuhkan kepemilikan atas mata uang yang digunakan penjual agar ia bisa melakukan transaksi jual beli. Dengan kata lain, pembeli harus menukar sejumlah uang ke dalam mata uang penjual.

Nilai tukar antara mata uang satu dengan yang lainnya tidaklah selalu setara. Hal ini bergantung pada mekanisme pasar perdagangan internasional. Apabila suatu mata uang sering dipergunakan sebagai alat transaksi internasional, nilai tukarnya akan semakin kuat (misalnya dollar Amerika); dan sebaliknya, semakin suatu mata uang jarang digunakan sebagai alat tukar internasional, semakin lemah nilai tukarnya (misalnya rupiah).

Untuk memperkuat nilai tukar tersebut, suatu negara harus banyak menjual produk ke luar negeri agar pembeli dari negara-negara lain menukarkan mata uangnya ke dalam mata uang negeri penjual tersebut.

B.    Gambaran Umum

Pedagang valuta asing dalam hal ini bertugas sebagai perantara jual beli internasional dengan menyediakan jasa penukaran (menjual-belikan) uang asing. Fungsi perdagangan mata uang asing ini juga sebenarnya dilakukan oleh bank (baik bank pemerintah, swasta nasional, maupun swasta asing) yang memiliki predikat sebagai bank devisa.

Pedagang mata uang asing mengambil keuntungan dari kegiatan jual beli valuta asingnya dengan menyesuaikan nilai tukar. Seperti yang kita ketahui, nilai tukar atau kurs ada dua jenis, yakni kurs jual dan kurs beli. Pada kedua jenis kurs ini selalu terdapat perbedaan tipis. Perbedaan inilah yang dimanfaatkan oleh para pedagang mata uang asing.

Nilai kurs jual digunakan saat pedagang mata uang asing menjual mata uang asing (dengan kata lain, kurs jual digunakan saat seseorang menukarkan rupiahnya dengan mata uang asing —orang tersebut membeli mata uang asing). Sementara itu, nilai kurs beli digunakan saat pedagang mata uang asing membeli mata uang asing (dengan kata lain, kurs beli digunakan saat seseorang menukarkan mata uang asingnya dengan rupiah—orang tersebut menjual mata uang asingnya).

C.   Pihak-Pihak yang Menggunakan Jasa Money Changer

Pihak yang menggunakan jasa money changer bank di antaranya adalah :

  1. Perusahaan ekspor-impor,
  2. Perusahaan yang membeli (mengimpor) barang dari luar negeri,
  3. Investor-investor asing, dan pemerintah (dalam melunasi utang-utang luar negeri).
  4. Pengguna jasa lembaga pedagang mata uang asing di antaranya adalah wisatawan atau orang perorangan yang menetap sementara di negeri asing.

 D.   Rincian yang diperlukan untuk membuka Money Changer

Membangun sebuah tempat penukaran uang asing memang dikategorikan sebagai bisnis kelas kakap, karena modal yang dibutuhkan cukup besar, sehingga banyak money changer dimiliki secara patungan (saham). Menurut Surat Edaran BI No. 14/15/DPM, diwajibkan jumlah modal awal yang harus disediakan minimal sekitar 250 juta rupiah. Secara singkat, untuk membangun sebuah pusat penukaran uang asing, atau istilahnya PVA – BB (Pedagang Valuta Asing Bukan Bank), diperlukan berbagai hal, antara lain:

  • Tempat (gedung) usaha yang layak.
  • Peralatan yang memadai, seperti brankas uang, alat pendeteksi uang palsu, alat penghitung uang, papan kurs, dan sebagainya.
  • Modal yang mencukupi untuk bertransaksi.
  • Pengajuan izin ke BI (di kantor pusat atau kantor perwakilan BI).
  • Penyiapan dokumen, misalnya akta pendirian perusahaan, NPWP, surat keterangan tidak pernah terlibat kasus hukum, kredit macet, dan lainnya.
  • Memiliki pegawai yang cakap, termasuk juga petugas keamanan.

Setelah permohonan tersebut, pihak BI akan melakukan pendataan, survey tempat, dan menganalisis dokumen-dokumen tersebut. Jika diizinkan, maka usaha money changer tersebut berhak mencantumkan tulisan “Pedagang Valuta Asing Berizin”.

E.    Keuntungan Money Changer

Sebuah money changer akan mempunyai daftar harga tukar (kurs) dari berbagai mata uang asing, misalnya dollar, euro, yen, pesso dan lainnya terhadap rupiah. Kurs jual dan kurs beli adalah berbeda. Jika seseorang yang ingin menukarkan uang dollar dengan rupiah, maka Money Changer akan membeli dengan harga lebih rendah daripada harga jual kurs tersebut. Selisih nominal tersebutlah yang menjadi keuntungan pihak money changer. Bahkan, jika uang dollar kertas yang ditukarkan tersebut dalam keadaan lecek, agak kotor, ataupun hanya pecahan kecil ($1), maka nilai tukarnya bisa lebih rendah lagi, sehingga Money Changer bisa mendapatkan keuntungan yang lebih. Trik ini sering dijumpai di beberapa negara kawasan Asia dan Afrika. Untuk sukses dalam bisnis Money Changer, pemilihan lokasi yang strategis dan berani memberi harga (rates) yang bagus adalah kunci utamanya. Selain itu, untuk memperluas marketing, banyak Money Changer yang mendirikan cabang-cabang kecil (gerai) yang ditempatkan di kompleks supermarket, bandara, tempat wisata, atau di sekitar pusat bisnis WNA.

Teknologi semakin berkembang memberikan celah kemudahan bagi Anda yang ingin berkembang dalam bisnis. Siapakah yang berniat untuk sukses dalam bisnis Money Changer?

Ditulis Oleh

Lihat semua tulisan dari

One Response to “Money Changer”

  1. Gan, cara terima uang yang dikirim dari money changer luar negeri gmn ya? Ane ada pembeli, yang akan transfer via money changer. Masih #gagalpaham :D

Leave a Reply