Wadah Menulis Mahasiswa

Masalah dan Akar Masalah

January 2nd, 2015 | by | in Headline, Manajemen | 2 Comments

Masalah bisa sederhana atau rumit tergantung keterkaitan berbagai faktor atau kejadian yang mempengaruhinya. Dua konsep penting yang saling terkait adalah “masalah” dan “akar masalah”. Masalah dipersepsikan sebagai yang terlihat di permukaan, atau sesuau yang dilihat secara kasat mata atau dirasakan. Hal tersebut dapat dilihat dari peristiwa yang terjadi atau dengan melihat data atau informasi, misalnya dari laporan keuangan. Namun apa yang terlihat dari peristiwa atau informasi tersebut barus sebatas masalah di permukaan saja. Mengapa masalah tersebut terjadi, apa saja yang menjadi pemicunya, atau rangkaian kegiatan apa sebelumnya sehingga memunculkan masalah tersebut, masih perlu dianalisis lebih lanjut.

Upaya mendiagnosa masalah sampai dapat merekontruksi berbagai faktor pemicu termasuk keterkaitannya merupakan upaya mengidentifikasi akar masalah. Ilustasi sederhananya seperti seorang dokter mendignosa penyakit. Suhu tubuh meningkat, misalnya 39 derajat celsius merupakan masalah karena melebihi suhu normal. Kesejangan suhu tubuh tersebut dapat disebut sebagai: “masalah”. Apa yang menyebabkan suhu tubuh meningkat belum dapat diidentifikasi secara langsung karena memerlukan proses pemeriksanaan lebih lanjut. Proses sampai diketahui faktor penyebabnya tersebut merupakan tahap-tahap yang diperlukan dalam analisis akar masalah.

Analisis akar masalah secara umum merupakan upaya untuk menjawab tiga pertanyaan, yaitu apa yang terjadi? Mengapa itu terjadi, dan Bagaimana atau apa yang harus dilakukan agar kejadian yang merugikan tersebut tidak terjadi di masa datang. Dua pertanyaan pertama merupakan tahap analisis masalah sedangkan pertanyaan ketiga merupakan teknik penyelesaiaan masalah (problem soling). Kerangka kerja tersebut identik dengan tahap identifikasi, pengukuran, evaluasi, dan pengendalian risiko. Jensen (2004) menjelaskan teknik root-cause analysis yang dapat digunakan dalam mengeidentifikasi akar masalah, yaitu: (1) Memulai inestigasi kejadian yang merugikan; (2) Menentukan urutan kejadian; (3) Identifikasi faktor yang mempengaruhi kejadian; (4) Identifikasi akar penyebab tentatif; (5) Mengumpulkan data tambahan dan melakukan kajian pustaka; (6) Melakukan Diskusi, menetapkan, dan konfirmasi akar masalah yang teridentifikasi; (7) Menyiapkan rencana aksi; dan (8) Membuat laporan dan meminta persetujuan.

Contoh hasil analisis akar masalah dengan menggunakan teknik analisis akar masalah dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Akar-Masalah
Kesimpulan dari gambar di atas menunjukkan bahwa akar masalah kerusakan pada peralatan adalah personalia yang kurang berkualitas dalam proses pemeriksaan atau pemeliharaan peralatan secara rutin. Untuk sampai pada kesimpulan akhir tersebut memerkukan serangkan observasi lapangan, wawancara, pemeriksaan data atau laporan, dan berbagai teknik atau metoda analisis akar masalah, seperti fishbone diagram, fault tree, check sheet, affinity diagram, dll.

 

Ditulis Oleh

Lihat semua tulisan dari

Website : http://pasca.gunadarma.ac.id/pasca

2 Responses to “Masalah dan Akar Masalah”

  1. andre says:

    kalau mnurut sya sndiri, untuk menganalisis akar masalah tidak hanya dari beberapa faktor tentang apa penyebabnya, efek yg ditimbulkan serta sumber dari mslah tersebut

Leave a Reply